Format Harddisk di Linux

Jika di Windows ada fasilitas memformat harddisk dari DOS, maka di linux juga ada fasilitas yang demikian. Commandline selain kelihatan keren, juga lebih ringan dan powerfull dalam penggunaannya. Bahkan Commandline di linux dapat melakukan formating dan pembuatan partisi dari jaringan, artinya administrator tidak harus datang di depan server atau komputer untuk melakukan format atau pembuatan partisi menggunakan commandline. Berikut langkah-langkah formating harddisk di linux via WAN (server ada di Palembang dan di konsol dari Jakarta) menggunakan commandline (untuk pemasangan fisik harddisk dilakukan oleh salah satu user di pandu via phone) :

Pastikan Harddisk di kenali dengan baik oleh BIOS
Cek Nama Harddisk yang diberikan oleh system

[root@dane.or.id ~]# fdisk -l |grep ‘^Disk’
Disk /dev/hda: 20.0 GB, 20026361856 bytes
Disk /dev/hdc: 200.0 GB, 2000041885696 bytes

Amati Harddisk yang baru di masukan, apakah sudah sesuai dengan kapasitas. Dalam

hal ini harddisk baru di kenali dengan nama /dev/hdc

Lakukan Setting Format harddisk /dev/hdc dengan perintah:
# fdisk /dev/hdc

Akan muncul pilihan-pilihan sebagai berikut :
* m - cetak help/bantuan
* p - cetak isi partisi (jika telah ada)
* n - membuat partisi baru
* d - menghapus partisi
* q - keluar tanpa menyimpan perubahan
* w - simpan perubahan (write) lalu keluar aplikasi

Pilih menu membuat Partisi dengan menekan ‘n’

Di Menu berikutnya pilih primary partition. Pilihan ini karena saya ingin membuat

hanya satu partisi dalam Harddisk. Jika menginginkan Harddisk menjadi partisi

aktif untuk menampung sistem Operasi juga di digunakan untuk menyimpan data di

pastisi lain, Maka partisi untuk sistem operasi digunakan primary partition

sedangkan lainnya digunakan partisi extended.

Simpan setting yang baru saja dilakukan dengan menekan ‘w’
Langkah berikutnya adalah melakukan Formating Harddik /dev/hdc dengan jenis

Partisi linux ext3 (Kalo di Windows ya FAT, FAT32, NTFS, WinFS) dengan perintah:
# mkfs.ext3 /dev/hdc

Tunggu sampai proses format selesai. Kemudian lakukan mount Partisi agar dapat di

kenali oleh sistem. Hal ini sama jika kita melakukan penambahan hardisk di windows

agar muncul C:\, D:\ dan seterusnya. Lalukan Mounting dengan perintah:

# mkdir /hdbaruku
# mount /dev/hdc /hdbaruku

Jika tidak ada problem, kita hasil nya dapat dilihat dengan perintah:
# df -H

Langkah berikutnya adalah melakukan setting agar setiap kali booting, sistem

operasi akan otomatis mengenali drive atau partisi yang baru di buat. Sehingga

proses pengenalan tidak dilakukan manual setiap restart dll. Gunakan perintah

berikut:
# vi /etc/fstab

Tekan ‘i’ untuk berubah ke mode insert text.
Ketikkan baris perintah berikut di baris akhir yang muncul:

/dev/hdc /hdbarulu ext3 defaults 1 3

Tekan ‘Esc’ lalu ketik ‘:wq’ lalu tekan ‘Enter’

Share/Save/Bookmark

Post a Response